KASONGAN – Bupati Katingan, Saiful, angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait mandeknya distribusi air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Katingan yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Saiful mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan terganggunya layanan air bersih kepada masyarakat. Salah satu penyebab utama adalah kondisi peralatan PDAM yang sudah sangat tua dan tidak lagi layak digunakan.
“Peralatan PDAM yang digunakan saat ini memang sudah sepatutnya diganti, karena usianya bahkan lebih tua dari usia Kabupaten Katingan itu sendiri,” ujar Saiful kepada wartawan saat launching pemancingan ikan di Kebun Raya Katingan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, di sisi lain Pemerintah Kabupaten Katingan hingga saat ini belum memiliki alokasi anggaran yang memadai untuk melakukan penggantian peralatan PDAM secara menyeluruh. Selain itu, Saiful juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap kinerja penyelenggara PDAM.
“Dalam waktu dekat, kinerja PDAM akan kami evaluasi. Mudah-mudahan dengan evaluasi dan perbaikan ini bisa ditemukan solusi atas keluhan yang disampaikan masyarakat,” tegasnya.
Terkait solusi sementara berupa distribusi air menggunakan truk tangki, Saiful menilai langkah tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik. Pasalnya, air yang diangkut menggunakan tangki tidak melalui proses penjernihan sebagaimana standar air bersih yang seharusnya.
“Truk tangki hanya menampung dan membagikan air, tanpa proses penjernihan. Kalau hanya membagikan air seperti itu, saya pikir belum bisa memenuhi harapan masyarakat akan air bersih,” jelasnya.
Oleh karena itu, Bupati menegaskan bahwa solusi utama tetap harus dikembalikan kepada fungsi PDAM sebagai penyedia air bersih yang memenuhi standar kualitas. PDAM diharapkan mampu mengolah air dengan baik sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Kita berharap PDAM bisa menyelenggarakan tugasnya dengan maksimal, mengolah air menjadi lebih bersih, lalu mendistribusikannya kepada masyarakat,” pungkas Saiful.(KN)












