KASONGAN – Bunda PAUD Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Gebyar PAUD Kabupaten Katingan Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Selasa (2/6/2026).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “PAUD Hebat Generasi Emas” itu, Sumiati hadir didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Katingan, Tri Windarti Firdaus. Kegiatan tersebut menjadi ajang pengembangan kreativitas anak sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Sumiati mengatakan Gebyar PAUD bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, melainkan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka melalui berbagai perlombaan seperti fashion show, menyanyi, dan mewarnai.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak berani tampil, berekspresi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari proses membangun kepercayaan diri, karakter, dan mental anak sejak usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Pada fase tersebut, berbagai kemampuan dasar anak perlu dibangun secara optimal, mulai dari nilai agama dan moral, kemampuan sosial, bahasa, pengendalian emosi, hingga keterampilan motorik dan kognitif.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti Gebyar PAUD menjadi sarana efektif untuk mengasah berbagai aspek perkembangan anak. Selain belajar tampil di depan umum, anak-anak juga belajar bersosialisasi, berkompetisi secara sehat, dan mengembangkan kreativitas.
Pada kesempatan itu, Sumiati menyoroti program nasional Wajib Belajar 13 Tahun yang kini didorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut mencakup satu tahun pendidikan prasekolah atau PAUD, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah.
“Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius memandang pentingnya pendidikan anak usia dini. Dari PAUD lah karakter, literasi dasar, numerasi, dan kemampuan bersosialisasi anak mulai terbentuk,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Katingan mendapatkan akses pendidikan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan sejak dini menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi yang berkualitas.
Sumiati juga mengungkapkan masih adanya tantangan dalam mewujudkan program Satu PAUD Satu Desa di Kabupaten Katingan. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 40 hingga 50 desa yang belum memiliki layanan PAUD. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Katingan bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memperluas akses pendidikan anak usia dini hingga menjangkau seluruh desa.
Selain itu, ia turut mensosialisasikan program Tujuh Hobi Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Program tersebut dinilai penting dalam membentuk karakter anak yang disiplin dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Sumiati juga mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak. Ia menilai interaksi langsung dengan keluarga, lingkungan, dan teman sebaya sangat penting bagi perkembangan kemampuan sosial anak.
Menutup sambutannya, Sumiati menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru PAUD di Kabupaten Katingan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Menurutnya, guru PAUD merupakan ujung tombak pembentukan karakter anak yang selama ini bekerja dengan penuh kesabaran dan semangat di tengah berbagai keterbatasan.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru PAUD. Mereka adalah pahlawan pendidikan yang membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita sejak usia dini,” pungkasnya.(B1)












