HOMEHukum dan KriminalKatinganNEWS

Tragedi Air di Katingan, Penumpang Tewas Terjebak Badan Perahu

35
×

Tragedi Air di Katingan, Penumpang Tewas Terjebak Badan Perahu

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Kondisi warga setempat ikut bantu mencari perahu jenis imbal sayur dilaporkan karam di Daerah Aliran Sungai (DAS) antara Desa Subur Indah dan Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala

KASONGAN – Kecelakaan transportasi air kembali terjadi di wilayah Kabupaten Katingan. Sebuah perahu jenis imbal sayur dilaporkan karam di Daerah Aliran Sungai (DAS) antara Desa Subur Indah dan Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Rabu (18/2/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu penumpang bernama Sri Utami (50), warga Desa Subur Indah, meninggal dunia setelah tenggelam dan terjebak di dalam badan perahu.

Berdasarkan laporan Camat Katingan Kuala, Heriyadi Utomo, perahu imbal tersebut dinakhodai langsung oleh pemiliknya, Muhlisin. Saat kejadian, imbal tengah dalam perjalanan pulang dari Pegatan menuju Desa Subur Indah.

Selain membawa delapan orang penumpang, perahu juga mengangkut muatan logistik berupa 40 dus air mineral serta 30 jerigen minyak. “Kondisi tersebut membuat imbal berada dalam keadaan sarat muatan,” katanya.

Sekitar 700 meter dari aliran utama DAS Katingan, perahu imbal berpapasan dengan sebuah long boat. Gelombang yang ditimbulkan dari papasan tersebut menyebabkan imbal oleng ke arah kanan hingga akhirnya karam.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera melakukan upaya pertolongan. Sebagian penumpang berhasil menyelamatkan diri, namun korban Sri Utami tidak mampu keluar dari perahu saat air dengan cepat memenuhi badan kapal.

Upaya pencarian kemudian dilakukan dengan menarik imbal ke pinggir sungai menggunakan bantuan perahu milik warga lainnya. Setelah dilakukan pencarian intensif, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.08 WIB dalam kondisi tersangkut di dalam perahu.

Dari hasil analisa sementara di lapangan, terdapat sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Salah satunya adalah kelebihan muatan, baik penumpang maupun barang, yang mengurangi stabilitas perahu saat terkena gelombang.

Selain itu, perahu diketahui tidak dilengkapi dengan alat keselamatan seperti pelampung atau life jacket bagi para penumpang. Faktor usia korban yang sudah lanjut serta tidak memiliki kemampuan berenang juga memperkecil peluang untuk menyelamatkan diri.

“Pihak pemerintah kecamatan mengimbau seluruh pemilik dan pengemudi moda transportasi air agar lebih memperhatikan kapasitas muatan serta selalu menyediakan alat keselamatan standar demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” pungkasnya (B1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *