KASONGAN – Musibah kebakaran melanda kawasan Pasar Kasongan, Jalan Kampung Baru dan Jalan Bungai, RT 07/RW 02, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Minggu (25/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 11 rumah warga serta sejumlah bangunan lainnya.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan baru berhasil dipadamkan pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan di sekitarnya yang mayoritas terbuat dari kayu.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Ketua RT 07, kebakaran menghanguskan 11 unit rumah milik warga, dua unit toko yang terbuat dari kayu, satu unit barak enam pintu, serta tiga bangunan sekolah yakni SD Al Badar, MTs Al Badar, dan MA Al Badar.
Adapun rumah warga yang terbakar diketahui milik Rio, Pakle Sate, Mama Via/Lamsinah, M. Sudima, Ahmat, Ali Iskandar, Bidan Suhermini, Guru Sarbani, H. Sahrudin, Siran, dan Mama Madan. Sementara dua toko yang terbakar merupakan milik Ulau dan Santy.
Kapolsek Katingan Hilir Ipda Harry Meilantara, S.I.P., M.A.P., menyampaikan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material hingga saat ini masih dalam proses pendataan.
“Kebakaran diduga berawal dari area di antara toko milik saudara Ulau dan rumah saudara Ali Iskandar di Jalan Bungai. Api kemudian dengan cepat menyebar ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya.
Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, Damkar Kasongan, Damkar Katunen, Damkar Kereng Pangi, AWC Polres Katingan, tim relawan Kasongan, relawan Kereng Pangi, relawan Palangka Raya, KPHP Kasongan, serta KPHP Provinsi Kalimantan Tengah.
Pihak kepolisian telah melakukan tindakan awal dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi, melakukan tindakan pertama di TKP (TPTKP), serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam lidik,” tambah Ipda Harry.
Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius mengingat kawasan pasar merupakan area padat penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan dengan bangunan berbahan kayu,” pungkasnya (KN)












